Puisi Terlarang
Sekar Wangi Indonesia
Sebagai ganti, kusulap menjadi buih-buih intuisi yang terkurung di tempurung; kepala
Sebab isi kepalaku takkan tembus pandang
Dijaga oleh besi-besi daging, dijubahi Tuhan
Kepalaku takkan dipenjara
Namun tanganku mungkin dipenjara
Karena sumpah serapah yang kutulis dengan pena pudar
Pada kalangan atas yang terbahak (dan berdahak)
Wahai, kau mungkin tak luput! Namun kau keriput!
"Dosa, dosa, dosa, dosa..." Segerombol anak kecil menertawai babi yang mengunyah babi
Dan Aku, yang tidak jadi menulis puisi
Kau baru saja diberi indra, untuk membaca isi kepalaku.
Komentar
Posting Komentar