Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2024

Gadis Itu, Dia

              Gadis itu, Dia. ( Sudut Pandang Yang Berbeda) Sekar Wangi Indonesia Kulihatnya bertumpu pada sepi, Tangis dan Harapannya berserakan di tanah basah Rambutnya sudah tidak bisa diurai lagi, menggantung kumal di bahu Kutemukan gadis malang itu di sela binar cahaya yang memusuhinya “Disini sempit. Aku bosan,” Katanya seraya memeluk lututnya sendiri “Maka pergilah,” Kataku, sambil kupandang bola matanya yang kosong Gadis itu menertawai kata “pergi” seolah-olah Aku adalah komedian termuka Seolah kata itu fana dan baru saja kucipta Ada apa dengannya? Tangisnya kelabu dan berdebu, tertinggal di raut lesu Siluetnya melayang bebas di jauh sana Meninggalkan raga mungilnya yang tercekik sempit Telunjuknya terangkat, terpanah pada dunia luar yang hanya bisa menjanjikan Dan berkata pelan, “Buat apa aku hidup, jika setengahku mati...”

Sajak Untuk Pembenci

“ Sajak Untuk Pembenci” Sekar Wangi Indonesia Lempar saja apinya padaku, Biarlah bencimu menyatu dalam percik api Akan kuperlihatkan tubuhku yang bersentuhan dengan api tanpa terbunuh Tanpa jerit, tanpa amarah Sayang, percikan api yang kau buat dengan kebencian takkan mampu membunuhku Namun akan kupastikan asapnya membutakanmu Agar tidak ada air mata yang turun saat melihatku sukses