”Ia, Yang Terlarut Buku” Sekar Wangi Indonesia Sejenak untuk selamanya, Rohnya terjebak diantara lembaran buku yang terus berbisik Raganya terbelenggu diam, Memohon-mohon untuk terus kembali Mencari jumpanya dalam angan-angan yang terus berganti setiap kertas berbunyi Biarkan Ia tinggal disana, Mengabaikan laju kereta yang berlalu-lalang ditelinganya Biarkan bising itu berulah, Sunyi ’kan nenimpanya Dan Ia, yang terlarut dalam buku
Aku adalah api yang tak pernah membutuhkan air. Tak padam dan tak surut, aku—tetaplah aku.