Percaya Sekar Wangi Indonesia Suatu saat ada wanita lansia yang bertanya padaku, “Apa itu percaya?“ Aku menjawab, Untuk membeli sebuah rumah, Aku harus menempatinya terlebih dahulu Pergi ke klinik yang sama setiap kala sakit Memesan kopi yang sama ketika jenuh Mencari parfum dengan aroma yang sama disaat ribuan aroma baru saja terlahir Namun wanita paruh baya itu kembali bertanya, “Lalu bagaimana jika kopi yang selalu kau pesan tiba-tiba terselip lalat atau racun?“ Malangnya, kopi itu tak akan kubeli lagi Karena percaya telah musnah
Aku adalah api yang tak pernah membutuhkan air. Tak padam dan tak surut, aku—tetaplah aku.