Karina tidak pernah didengar,
Bukan karena suaranya kecil,
Namun karena tak ada telinga yang ingin mendekat
Tulisan Karina tidak pernah dibaca,
Bukan karena tulisannya jelek
Melainkan hanya dinilai sebagai coretan semata
Sesaat-saat keluarga Karina ingin dimengerti, Karina tak pernah menggeleng
Telinganya berfungsi, hatinya utuh
Karina mampu memberi apa yang tak pernah didapatnya
Rambutnya tak pernah kusut, wajahnya takkan keriput
Namun malang, tak ada yang ingin membelah hatinya
Namun karena tak ada telinga yang ingin mendekat
Tulisan Karina tidak pernah dibaca,
Bukan karena tulisannya jelek
Melainkan hanya dinilai sebagai coretan semata
Sesaat-saat keluarga Karina ingin dimengerti, Karina tak pernah menggeleng
Telinganya berfungsi, hatinya utuh
Karina mampu memberi apa yang tak pernah didapatnya
Rambutnya tak pernah kusut, wajahnya takkan keriput
Namun malang, tak ada yang ingin membelah hatinya
Karina mati tanpa meludahkan keluh
Yang pada hari kematiannya, semua orang ingin mendengar
Mendengar nyawa yang sudah habis
Seorang penyair menyumpah, “Terlambat, eny
ahlah keparat!”
Komentar
Posting Komentar