Takkan ada laut yang kan kuselam, karena Aku bukan pelaut
Aku tak mencari
maut di laut
Biarlah kaki ini
yang berjalan mencari
Tak perlu berlari
Tak perlu dalam
untuk berselam
Nyawaku
menggantung di mana saja, tak usah terburu
Hidup tak jarang
menaruhku di gelombang maut
Lalu kucari arti
bukit—jika itu bisa menyelamatkanku kembali
Kemudian datang lelaki
ber-helm bulat yang pernah kutertawai sepanjang sore
Menangkap tanganku
di malam hari
Dengan senyum sengak
yang seharusnya kubenci
Aku mulai berkelana
Dan berkelana,
Sampai kitapun
hilang dimakan maut (Berpisah)
Komentar
Posting Komentar