Adam, Hawa dan Dua Ekor Kucing
Puisi dialog karya Sekar Wangi Indonesia
Sebuah percakapan di meja makan. Empat potong mata yang saling beradu rayu.
"Sayang, sebenarnya apa makna hidup ini jika akhirnya kita kembali ke tanah?"
"Maaf, Aku tambahkan. Tanah, dan Tuhan." Sergah Adam.
"Sayang, bagaimana jika sebenarnya Tuhan itu tidak ada?"
Adam dan hawa bersilat lidah. Hingga muncul dua ekor kucing, mengintai di jendela.
"Sayang, bagaimana jika hidup manusia itu sejatinya hanya seperti kucing?"
"Hidup, mencari makan (atau mencuri), kawin lari, mati, lalu tidak masuk neraka ataupun surga."
Sejenak sesaat, mulut dan pikiran Adam termangu bisu.
"Adam, kita tidak tahu aturan hidup yang sebenarnya, bagaimana jika aslinya kita sesederhana mereka?"
Dua ekor kucing pergi setelah lama bermesraan di jendela. Manusia tidak akan berhenti bertanya sampai mereka menyaksikan kenyataan, itulah mengapa orang yang mati tidak bisa menjawab.
Komentar
Posting Komentar