Aku duduk di antara pasir dan sore,
Menunggu laut mengecup ujung kakiku
Lalu kutinggalkan dengan pamit yang manis,
Karena jika belum tiba waktunya,
maka laut hanya bisa menyentuhku
Bukan menarikku ke da
lamnya
Aku adalah api yang tak pernah membutuhkan air. Tak padam dan tak surut, aku—tetaplah aku.
Menunggu laut mengecup ujung kakiku
Lalu kutinggalkan dengan pamit yang manis,
Karena jika belum tiba waktunya,
maka laut hanya bisa menyentuhku
Bukan menarikku ke da
lamnya
Komentar
Posting Komentar