Mayat Hidup
Sekar Wangi Indonesia
Lolongan penuh asa membasahi malam Sabtu
Kukubur mayatku yang tak benar-benar mati dibawah selimut biru
Kepalaku bak gelas pecah yang kehilangan serpihan belingnya
Tak bisa dicari, samar dilihat
Kutatap langit-langit kamar yang pekat dan hampa
Tak ada apapun selain cicak yang sesekali bersahutan datang
Lebam yang menggerogoti jiwa
Sesuatu dalam diri yang tak bisa dioleskan obat merah ataupun dibalut perban putih
Jika benar Aku ini mayat,
maka ragaku masih penuh
tubuhku masih berfungsi
Hanya saja, tak ada lagi jiwa yang menggantung
Namaku begitu kompong bagai kelelawar yang menyeret tubuhnya sendiri
Komentar
Posting Komentar