Menjenguk Kenangan dengan Ayah
Sekar Wangi Indonesia
Aku akan menjadi gadis paling lemah,
jika tempat persembunyianku adalah punggungmu, Ayah
Kulihat hujan membasahi pipimu, dengan licik turut menyembunyikkan air matamu yang turun
Demi menanti senyumku yang mahal,
Merelakan gadismu ini tumbuh sehat
Aku ingin berdiri di sampingmu,
Dan menangis kala anak kecil yang kau mainkan setiap helai rambutnya
Sebelum setiap helainya menjadi abu
Sebelum Aku tumbuh sama teguhnya denganmu
Punggung kuat itu milik Ayah,
Selalu ada usaha di setiap mauku
Walau dengan tangis kupinta, dengan berontak ku bergejolak
Ayah tetaplah Ayah,
Ruang rindu yang selalu kurindukan
Ruang waktu yang selalu kuandai-andai
Anehnya, diri kecilku selalu berandai apa itu ”Cinta” jika nyatanya sosok itu tak pernah luput dari sisiku,
Ia, yang merawat kotorku dan menuntunku pelan kepada segala hal asing di dunia
Ayah,
Aku disini telah bermandi rela
Berdiri sendiri tanpamu berjaga
Menjenguk ribuan memori yang tak lagi menjebakku
Sejauh apapun aku ’kan terbang lalu raib ditelan tempat,
Aku akan tetap kembali jika kau memanggilku lagi,
Untuk kembali menjadi gadis kecilmu
Komentar
Posting Komentar