“Untuk Menjadi Aku”
Jika kata ”sanggup” tidak lagi kukatakan,
Apakah masih ada peduli diluar sana?
Karena aku kehilangan arti peduli dalam diriku sendiri,
Hal terpayah adalah jika aku harus menghadapi diriku sendiri
Rasa peka yang sudah lama lenyap,
Terkadang semuanya terasa layu dan mati
Aku tumbuh dengan memikul beban di namaku sendiri,
Semua orang memandangku sejak kecil
Sesuatu mendorongku ’tuk selalu berdiri di juara kelas,
Selalu kubisikkan pada diriku bahwa, ”peringkat dua adalah yang terburuk, kau harus menjadi nomor 1”
Semua orang menaruh tanggung jawab di bahuku
Ribuan telunjuk telah memilihku
Aku juga ingin punya ruang,
Untuk beristirahat,
Untuk memastikan apakah semuanya berjalan seperti yang aku inginkan
Tak apa jika setengahku remuk,
Tugasku hanya meracik ekspetasi yang pantas mereka banggakan
Aku akan menjadi aku,
Yang selalu kalian inginkan
Komentar
Posting Komentar