“Rumah Sakit ”
Sekar Wangi Indonesia
Tidak ada yang lebih berisik,
Dari isi kepala pasien yang termenung lama
Menunggu kemana kabar menanti mereka,
Menyerahkan diri kepada jarum jam yang berdetak kejam
Duduk berderet, dengan batas ruang antardiri yang jauh
Bernala dalam masalah masing-masing
Menatap sekitar dengan acuh
Kakek tua itu, Ia tak terus-menerus memegang dagunya
Menggaruk lengan dengan cemas
Atau anak dengan jaket tebal yang tenggelam dalam pelukan Ibunya,
Terisak nyaring,
Entahlah, biarkan hanya Ibunya yang tahu
Atmosfer rumah sakit adalah salah satu yang terburuk sebelum atmosfer tanah duka,
Melihat puluhan orang menyatu dengan berpuluh pula keluhan
Bergantung pada pahlawan berbaju putih yang sigap menguras energinya
Semua itu demi nyawa yang kau anggap sepele,
Nyawa yang kau buang-buang seperti plastik kotor
Sementara dokter menghabiskan separuh jalannya untuk mengobati,
Bersekolah tinggi untuk memastikanmu tetap hidup
Gigih menahanmu dari ketukan malaikat maut
Sementara kamu,
Masihkah menyia-nyiakan diri?
Komentar
Posting Komentar